AHLAN WA SAHLAN

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Ahlan wa sahlan ayuhal ikhwah arsitek peradaban.


Senin, 15 Maret 2010

Jaringan Maya Yang meyesatkan.....

Hujan gerimis membasahi satu sore menjelang malam di bulan Oktober. Di teras itu saya duduk bersamanya, seorang perempuan awal tiga puluhan. Wajahnya pucat dan cekung. Matanya sembab. Ia bukan lagi sosok ceria yang pernah saya kenal. Betapa derita telah menyedot kebahagiaannya. Di depan saya dia menjadi begitu rapuh.

“Mengapa laki-laki seperti itu, Mbak? Orang yang seharusnya membina dan membimbing keluarga, tega menyakiti hati istrinya? Meskipun hanya lewat facebook atau hp, disebut apa itu kalau bukan selingkuh? Yang ada dalam pikirannya hanya seks dan memikat perempuan. Aku nggak tahan lagi, Mbak. Ini sudah yang kesekian kalinya. Aku capek…,”lirih bibirnya berkata.

Saya terdiam. Hanya sanggup mengusap arus air yang jatuh dari matanya, mengalir di pipinya yang tirus.

“Untuk apakah pernikahan itu mbak? Apa artinya selain penjara bagi kami? Aku berjuang mengalahkan egoku untuk dia. Aku mengubur cita-citaku. Aku bekerja untuk membantunya menafkahi keluarga. Aku menjaga harta dan anak-anaknya. Aku melayaninya sekuat aku bisa di sisa-sisa tenagaku. Aku menjaga harga diri dan kehormatannya di depan orang. Aku tidak mau menyerewetinya begini terus, aku capek menjadi orang yang selalu mengomeli dia. Sekarang dia menganggap aku terlalu ikut campur urusannya. Allah.. mengapa dia tega??” jeritnya tertahan di sela isak tangisnya.

Tangisnya tiba-tiba meledak. Saya memeluknya. Angin berhenti bertiup. Pepohonan tak lagi menggesek dedaunannya, seakan menyelami perasaan seorang wanita yang sedang kehilangan sayapnya.

“Menangislah... Habiskanlah tangismu malam ini, hingga tak ada lagi sisa kemarahanmu esok. Anak-anak, wajah kamu yang akan mereka lihat esok. Untuk merekalah kau harus berjuang untuk hidup,” saya mencoba membuatnya bangkit.

Tampaknya topik anak menjadi hal yang sangat sensitif baginya. Tangisnya kian dalam di dada saya. Cakrawala membenamkan cahaya sore perlahan. Alam mendengarkan nyanyian cinta seorang istri kepada suaminya. Begitu halus dan manis. Namun mengapa justru suaminya tak dapat mendengar kasidah indah itu?

Tak sekali dua saya mendengarkan curhatan teman-teman tentang perilaku para suami. Sebenarnya saya tidak begitu suka, tetapi daripada mereka bercerita kepada orang tang tidak tepat, lebih baik saya sediakan telinga. Sesungguhnya perempuan hanya perlu didengarkan.

Paling banyak mereka mengeluhkan tentang selingkuhan. Sejak dari berteman terlalu akrab sampai pada perilaku seksual dengan orang selain istrinya. Kali ini teman saya ini bercerita tentang perilaku suaminya yang mulai aneh-aneh sejak aktif berinternet. Sejak ada internet di rumah, suaminya selalu nongkrong di depan komputer. Sampai akhirnya teman saya sendiri tertidur karena lelah seharian bekerja dan mengurus rumah. Mengajak suaminya untuk tidur bersama-sama pun sering ditampik. Mereka mulai jarang mengobrol. Suaminya asyik berinternet, dia sendiri sibuk dengan pekerjaan rumah dan anak-anak. Terkadang sampai menjelang subuh suaminya baru tidur. Pada handphone suaminya dia pun sering mendapati ada panggilan atau telepon yang dilakukan lewat tengah malam. Ketika nomor itu ditelepon kembali, ternyata suara di seberang adalah milik seorang perempuan.

Sebelumnya ia menemukan gambar-gambar yang tidak pantas dalam folder tersembunyi di komputer rumah mereka. Sakit hati sudah pasti. Ia yang dengan tegasnya menolak pornografi, memiliki suami yang menjadi konsumen pornografi. Naif. Sekali, dua, tiga, empat, dan sekian kali suaminya selalu minta maaf dan berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Lama-lama ia terbiasa meskipun sungguh tidak ingin.Menganggap istrinya baik hati, suaminya malah mulai berekperimen dengan hawa nafsunya: membuat ID facebook samaran untuk menggaet perempuan gampangan, terakhir ia mendapati suaminya melakukan virtual seks dengan perempuan melalui video call. Setan bertepuk tangan.

Menyakitkan.

Yah, bagi perempuan, apa lagi yang dapat dirasa? Terhina, malu, rendah diri, marah, putus asa, merasa dikhianati.

Teknologi tidak selalu membawa kebaikan bagi manusia. Semakin kuat, semakin rapuh pula ia. Teknologi ibarat pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk memotong sayuran, tetapi sekaligus dapat melukai jari kita sendiri. Dunia maya dan jejaring sosial di internet telah membuka ruang privat menjadi lebih luas daripada ruang umum. Karena itu, tak heran lagi bila kebanyakan selingkuh dimulai dari ruang-ruang tertutup itu. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga berlomba memenuhi hawa nafsunya di sana. Ada yang rela meninggalkan keluarganya demi kesenangan semu itu. Dipikirnya orang yang diajak berselingkuh lebih sesuai. Dia tidak menyadari bahwa setanlah yang telah menipunya.

“Ini ujian kenaikan tingkat untukmu. Allah sangat sayang kepadamu. Tak usahlah kita memikirkan hak. Bila suamimu tak sanggup memenuhinya, biar Allah yang mencukupkan. Ingatkan suamimu, ia sedang tersesat. Lihat apa yang belum sempurna kamu berikan kepadanya. Tak ada salahnya mencoba memperbaiki. Bersabarlah. Tak ada yang sempurna. Jika kamu tinggalkan dia, berarti kamu melepaskan ladang dakwah yang Allah berikan saat ini untukmu. Cinta itu memberi, tanpa menagih hasil. Kamu ingat kan, lilin yang habis lumat karena menerangi sekelilingnya? Kamu pasti bisa. Kamu hanya sedang tidak fokus dan terlalu sedih sekarang. Kamu bisa lalui ini. Kamu perempuan luar biasa,” saya menggenggam tangannya erat.

Seperti tersengat, tangisannya mulai reda. Saya tahu dia masih menyimpan semangat yang terkubur kepanikan dan kesedihan selama bertahun-tahun. Ia terdiam, memandangi daun melati air yang terangguk. Aliran air mata mulai terhenti menyisakan manik berkilau di matanya. Saya mengangkat wajahnya.

“Katakan kamu bisa! Kamu bisa menangis, mengapa tidak bisa tersenyum?” ujar saya.

Ia hanya menunduk. Tetapi tak ada lagi tangisnya. Saya mencolek hidungnya. Ia menatap saya lalu menarik sudut bibirnya, membentuk seulas senyum tipis.

Ah, sahabat… dunia ini membahagiakan jika kau tahu pahitnya sedih. Menangislah jika kau ingin. Malam ini saja. Karena esok matahari akan membawamu menjadi dirimu yang baru. Berjanjilah untuk berjuang mencari jalan dari kebuntuan hidupmu. Jadilah lilin untuk keluarga dan masyarakatmu. Jangan pernah anggap dunia ini tak adil untukmu. Kehidupan abadi yang menyenangkan akan menjadi milikmu.

Untuk temanku yang mulai bermain dengan nafsumu, ketahuilah bahwa apa yang kau pegang adalah air laut yang terus merosot dari genggamanmu. Dan ketika kau minum airnya, dahagamu menjadi. Saat kau melihat orang lain lebih cantik/tampan dari istri/suamimu, mengapakah harus merasa istri/suamimu tidak seperti harapanmu? Kecantikan itu sesaat, harta itu sementara. Dan ketika semuanya hilang, kau punya apa?

Tak ada yang perlu diputus. Mengapa harus meninggalkan mereka? Kau merasa telah meninggalkan ketidaksempurnaan istri/ suamimu untuk sebuah kebahagiaan dalam sebuah kesempurnaan katamu? Aku katakah bahwa itu tipuan! Itu perselingkuhan! Tahukah kau, tak ada yang sempurna kecuali kau yang menanam kesempurnaan itu di hatimu. Dan kau mencari orang lain yang kau anggap bisa mengisi hatimu? Mengapakah? Dan kau mencari sejuta alasan untuk melegalisasi egomu? Untuk apakah?

Sahabatku, jika suami/istrimu menjadi sumber masalahmu, tak inginkah engkau bersabar? Kepada merekalah kamu bisa mencari sejumput rumbia untuk atapmu di dunia. Pada merekalah tersimpan kekuatan dirimu. Temukanlah. Jangan pernah katakan kau membenci istri/suamimu. Karena kepada merekalah kamu kembali di dunia, sejauh apa pun kau bisa berlari. Jangan pernah bakar jembatan di belakangmu, karena suatu hari mungkin kamu harus kembali. Arungi petualanganmu, tetapi ingatlah suatu saat kamu harus kembali. Kejarlah impianmu, tapi jangan lupa suatu hari kau harus menapak bumi.

Jika sekali kau merasa sakit, biar hujan yang menghapusnya. Maafmu akan memberi keajaiban di hatimu dan di hatinya. Jika kau pernah menyakiti hati suami/istrimu, jadilah pemberani untuk meminta maaf, mengakui kesalahan, dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tak perlu putus asa, tak usah merasa tak mungkin. Cinta itu ada, tapi kau perlu bersabar. Cinta itu kau tanam, bukan cuma kau petik.

Dan bila kau telaten menanam cintamu, bila suatu saat tak ada yang bisa kau pegang di dunia ini, cinta akan mengisi ruang hatimu.

Kabar bagusnya, cinta itu akan membawamu menuju cinta yang hakiki di dunia abadi.

Hmmm... adakah itu artinya buatmu?

(disadur dari Catatan Aliyah Ash-Shofiyah)

Profil FSLDK

DEFINISI FSLDK

FSLDK kependekan dari Forum Silaturrahim (bukan silaturrahmi, sesuai hasil FSLDKN XIII) Lembaga Dakwah Kampus. Berbicara mengenai definisi FSLDK, kita akan mendapati dua persepsi berbeda. Persepsi pertama, kita memahami FSLDK sebagai jaringan. Sedangkan persepsi kedua, FSLDK adalah musyawarah nasional/daerah yang diadakan secara rutin. Sebenarnya, subjek dan objek kedua pengertian tadi sama, yaitu LDK. Akan tetapi perlu dipertegas lagi perbedaannya untuk mencegah ambiguitas.

Persepsi pertama, FSLDK adalah jaringan yang beranggotakan LDK-LDK (bukan orang per orang) se-Indonesia. Sifat keanggotaan FSLDK cukup terbuka, artinya setiap LDK berhak bergabung dengan FSLDK. Hal ini dikarenakan salah satu visi FSLDK adalah mengoptimalkan akselerasi da’wah kampus nasional. Jaringan FSLDK sudah tersebar luas di seluruh Nusantara. Mulai dari ujung Sumatra hingga Papua.

Hingga saat ini agenda FSLDK semakin beragam, seperti pendampingan LDK, training manajemen LDK, Simposium Internasional Palestina, penyikapan isu bencana, dan sebagainya. Jika dirangkum, program FSLDK secara garis besar ada dua yaitu ke-LDK-an dan penyikapan isu. Salah satu contoh program ke-LDK-an adalah pendampingan LDK. Kegiatan lain yang pernah dilakukan adalah penyikapan isu seperti RUU APP dan Palestina.

Persepsi kedua, FSLDK adalah musyawarah akbar. Di tingkat nasional, kita mengenal istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN). FSLDKN yang terakhir diselenggarakan di Universitas Lampung pada tahun 2007 Sedangkan di tingkat daerah, ada juga istilah Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah (FSLDKD).

FUNGSI FSLDK

Fungsi FSLDK pada awal berdirinya adalah sebagai sarana sharing atau diskusi seputar LDK masing-masing. Kemudian fungsinya berkembang seiring bertambahnya usia forum tersebut.

Sebagaimana yang disebutkan pada pembahasan sebelumnya, agenda pokok FSLDK meliputi dua hal yaitu ke-LDK-an dan penyikapan isu. Dari dua hal tersebut, fungsi FSLDK dapat diturunkan menjadi sebagai berikut:

  1. Sarana perwujudan akselerasi da’wah kampus nasional
  2. Sarana silaturahim, belajar, dan berbagi pengalaman antarpengurus LDK
  3. Wadah untuk mewujudkan peran aktif LDK dalam menyikapi permasalahan keummatan

by komisi isu dan keumatan FSLDK SUMBAGSEL
sumber : www.fsldk.org

Obama, Lebih yahudi daripada Yahudi...

Kecemasan tentang Barack Obama awalnya melanda Israel ketika ia meroket ke Gedung Putih. Bagaimana tidak, ia adalah seseorang yang belum diuji. Apakah Amerika di tangan Obama akan menjadi penyelamat Israel yang berbahaya dan sering memusuhi dunia? Atau apakah presiden Amerika ini akan mendatangkan malapetaka bagi keamanan Israel?

Kegelisahan Israel terutama terlihat dalam lingkaran di sekeliling Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menjabat dua bulan setelah Obama di Maret 2009. Perdana menteri yang baru dan para pembantunya yang mendengar laporan mengkhawatirkan dari Partai Republik di Amerika Serikat, beberapa di antaranya melukiskan Obama sebagai seorang Marxis.

Kegelisahan Israel semakin menjadi pada Mei 2009. Hampir delapan minggu setelah menjabat, Obama seperti yang mencurahkan perhatian untuk masalah yang paling memecah-belah dalam hubungan AS-Israel: permukiman Israel di Tepi Barat. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan George Mitchell mengumumkan bahwa Obama ingin total membekukan pembangunan rumah-rumah Yahudi, bahkan di Yerusalem, dan bahwa Obama tidak menganggap dirinya terikat oleh kompromi sebelumnya tentang penyelesaian masalah tersebut.

Banyak orang Israel, bahkan beberapa orang yang tidak mengindahkan masalah permukiman, melihat kendali itu merupakan pendekatan naif yang terbaik, jika tidak benar-benar antagonis. Episode berikutnya adalah bahwa Obama sangat naif tentang Timur Tengah dan mudah terombang-ambing oleh pembuat keputusan tertentu, tidak terduga, dan berbahaya.

Sebuah teori muncul menyalahkan Kepala Staf Gedung Putih Rahm Emanuel dan Penasihat Senior David Axelrod, dua orang Yahudi Amerika dari Chicago. Beberapa orang Netanyahu mencap mereka sebagai pengikut diplomasi Timur Tengah yang dilihat Israel sebagai rintangan bagi perdamaian. Demokrat Amerika pun kadang-kadang menampilkan diri mereka bahwa tim Obama tidak simpatik kepada Israel.

Penasihat J Street dan mantan Dewan Hubungan Luar Negeri Henry Siegman, misalnya, menulis bahwa Israel tidak lagi menjadi negara demokrasi sejati, tetapi sebuah "rezim apartheid" yang ingin "mempertahankan kontrol Israel terhadap Palestina dari sungai ke laut. " Atau pembahasan tentang "hubungan khusus Amerika dengan Israel mempertahankan perusahaan kolonial."

MJ Rosenberg, mantan kepala Forum Kebijakan Israel, menulis bahwa, "Tidak peduli siapa ... kepala pemerintahan Israel, tapi Presiden Barack Obama lah yang memegang 51 kartu di dek." Kontributor Foreign Policy, Stephen M. Walt menambahkan, "Kecuali kalau presiden AS bersedia dan mampu mendorong perdamaian Israel ... Itu tidak akan pernah terjadi."

Paduan suara dari Demokrat memperkuat kesan kiri di Israel bahwa Obama, atau setidaknya sebagian dari pejabat atas, harus setuju akan ide itu. Namun, selama 12 bulan terakhir, beberapa bukti telah mulai menunjukkan bahwa Obama dan penasihat puncaknya berpijak pada keputusan-keputusan tertentu.

Ya, Obama akan menarik mundur di Irak, saat dia kampanye. Tapi ini adalah kebijakan yang dianut oleh banyak orang di pusat, bukan hanya sebelah kiri saja. Pada saat yang sama, ia meningkatkan pagelaran tentara Amerika di Afghanistan dari 38.000 menjadi 100.000.

Bagian penting lain dari agenda progresif itu adalah alokasi dana untuk program domestik. Obama menolak saran ini dan ia bukan Bush yang meningkatkan anggaran pertahanan dari $ 513 miliar pada tahun fiskal 2009 menjadi $ 537 miliar untuk tahun fiskal 2010 dan $ 549 untuk 2011. Jika anggaran pertahanan merupakan salah satu indikator terbaik arah kebijakan, anggaran pertahanan Obama menandai dia sebagai seseorang yang tidak berhaluan kiri.

Indikator lain arah kebijakan luar negeri adalah Obama meletakkan risiko tentara Amerika di Afghanistan, dan ia tampaknya menerima bahwa beberapa tingkat korban sipil adalah sesuatu yang disesalkan, tetapi kenyataannya hal itu tidak dapat dihindari karena keamanan global yang ingin dicapai. Obama telah meningkat dengung serangan di Pakistan, tidak terpengaruh oleh laporan-laporan tentang korban sipil. Pada bulan Desember, secara pribadi presiden AS itu mengeluarkan perintah untuk Serangan udara AS di Yaman, menewaskan 35 orang, dan juga tentu saja, puluhan warga sipil.

Obama dianugerahi Penghargaan Perdamaian Nobel sebagai bentuk dorongan kepada kaum liberal Eropa. Tapi 10 Desember 2009, pidato Obama diterjemahkan oleh seorang konservatif dengan: "Bangsa-Bangsa yang bertindak secara individu atau dalam skala besar akan menemukan penggunaan kekerasan bukan hanya perlu, tetapi dibenarkan secara moral."

Mengenai isu-isu yang menyentuh langsung Israel, sebenarnya pilihan Obama adalah lebih dekat dengan Israel dibandingkan dengan rekan-rekannya yang lain yang lebih progresif. Pada isu Israel-Palestina, Obama dan timnya telah mengubah lapangan. Dia telah, dengan kekhawatiran dari J Street kiri, menerima kompromi Netanyahu dan melanjutkannya.

Mitchell, utusan Obama untuk Palestina-Israel, pada 25 Desember mengatakan, "Kami percaya langkah-langkah ke arah permukiman dapat memiliki dampak besar." Pada 7 Januari, dalam sebuah wawancara dengan Charlie Rose, Mitchell berkata, "Israel tidak akan menghentikan pembangunan pemukiman di dalam atau di Yerusalem Timur. Mereka tidak menganggap itu sebagai suatu penyelesaian karena mereka berpikir itu bagian dari Israel." Mitchell mempunyai tugas yang tidak biasa yaitu menjelaskan kepada sekutu Eropa mengapa tidak realistis untuk mengharapkan pembekuan konstruksi di Yerusalem.

Obama juga pantang menyerah dalam menghadapi tuntutan bahwa ia membuka hubungan dengan Hamas. Dia mengatakan ini akan merusak proses perdamaian selama Hamas tetap menolak eksistensi Israel, dan itu akan merusak semua rencana Mahmoud Abbas dan Salam Fayyad. Dalam wawancara dengan Time pada 21 Januari, ia mengatakan, "Jika kita telah mengantisipasi beberapa masalah politik dalam negosiasi Israel-Palestina sebelumnya, kita mungkin tidak akan meningkatkan ekspektasi yang tinggi." Itu artinya ya sudah, Palestina tidak akan kemana-mana.

Dalam serangkaian pernyataan baru-baru ini, Obama telah berulang kali mencoba untuk mendefinisikan dirinya sebagai orang dari pusat, bukan kiri. Pada pertemuan dengan House Republik pada 29 Januari, tegasnya, "Saya bukan seorang ideolog." 9 Februari 9 dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, ia berkata bahwa ia sedang mengejar "bisnis yang ramah secara mendasar" dan merupakan "pembela sengit" untuk pasar bebas. "Ironisnya adalah bahwa di sebelah kiri kita dianggap berada di dalam saku bisnis besar, dan kemudian pada sisi bisnis, kita dianggap sebagai anti-bisnis."

Pelajaran Obama dari Massachussets adalah karena kemenangan Republik, fakta bahwa ayunan pemilih yang memberikan suara untuk Obama pada tahun 2008 berbondong-bondong meninggalkan dirinya, termasuk anggota serikat buruh di pinggiran kota yang juga membantu Republik Demokratik menang di New Jersey dan Virginia. Tim Obama jelas khawatir bahwa sentris independen dan Demokrat melarikan diri ke Partai Republik.

Sementara itu, di kiri tidak bahagia, banyak orang yang sekarang berpikir bahwa Obama hanya postur sebagai calon progresif tahun 2008 untuk mengepung Clinton dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Emanuel (Rahm) adalah kambing hitam baru bagi banyak orang di sebelah kiri, yang mengatakan dia lebih peduli tentang prospek pemilihan kembali yang membahayakan "Blue Dog" Demokrat di Kongres daripada kebijakan mencetak gol kemenangan.

Tentu saja, ini semua bisa taktis, dan bukan ukuran sejati buat Obama. Namun, setidaknya untuk saat ini, kecemasan di Israel sudah reda, dan orang-orang Yahudi telah mengambil pandangan yang lebih positif terhadap presiden ini daripada yang mereka rasakan setahun yang lalu. (sa/fp)


maksudnya israel disini adalah "yahudi"

semoga terinspirasi by...komisi isu dan keumatan FSLDK sumbagsel (BIROHMAH UNILA)
sumber..catattan aulia reza
kontribusi untuk semua


Di sini kita pernah bertemu
mencari warna seindah pelangi
disaat kau menghulurkan tanganmu membawaku ke daerah yang baru
dan hidupku kini ceria
kini dengarkanlah dendangan lagu tanda ingatanku
kepadamu teman, agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu
kenangan bersamamu tak kan kulupa
walau badai datang melanda walau bercerai jasad dan nyawa
mengapa kita ditemukan?
dan akhirnya kita dipisahkan..
mungkinkan menguji kesetiaan kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan aku kekuatan..
.....
(Nasyid Brother)


Bismillaahirrohmaanirrohiim....


Sahabat
Rekan-rekan yang tercinta

kami sebenarnya berat rasanya untuk menulis pesan ini,tak ingin rasanya merepotin orang-orang yang sudah berkontribusi di dakwah,kami tahu begitu berat dan banyak tantangan yang rekan-rekan hadapi di BELANTIKA KEHIDUPAN DAKWAH.
TAPI
kami juga tidak ingin memutuskan tali UKHUWAH ,tali yang memberikan kebersamaan,tali yang menemukan kita dalam dakwah ,Tali yang memberikan energi kita untuk berdoa kepada Allah agar HATI-HATI ini diikatkan dan ditemukan di SURGANYA kelak.

Sahabat
Rekan-rekan sekalian

Kabar ini,kami berikan sebagai bentuk Ikatan UKHUWAH,memberikan kabar kondisi dakwah kampus nasional yang hari-hari ini mempunyai "gawe" besar. Agenda yang menjadi momentum untuk menambah KONTRIBUSI bagi INDONESIA dan DUNIA.

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah KAmpus NAsional (FSLDKN XV) di UNPATI AMBON
Pada tanggal 1-5 Juli 2010


Sahabat Sekalian

Biarlah Allah memberikan penilaian atas kerja-kerja dakwah ini,do'a dan masukan dari rekan-rekan (kakak,mas,mbak,akhi,ukhti,dll) sangat kami tunggu.
KAMI Juga membuka REKENING KONTRIBUSI
BUKAN BESAR ,KECILnya yang kami minta,tapi
do'a dan Kontribusinyalah yang sangat KAMI TUNGGU.


BANK MANDIRI CABANG SURABAYA PDAM a.n Hermin Sulistyorini
no rek. 142-00-0685178-5


Cp :
Adistiyar (ketua Puskomnas FSLDK).085850156645
Hermin Sulistyorini (Sc Dana FSLDK 15) 085655415651

(Tolong konfirmasi kalau mau mengirimkan dana)

mewakili Temen pengurus,panitia
Menyampaikan salam kerinduan dan ukhuwah ,semoga Allah mengikatkan hati-hati kita
dan memasukan ke SURGANYA kelak.

Wassalamu'alaikum Wr Wb


Hormat kami

ttd

Keluarga Besar FSLDK dan Panitia FSLDKN XV

Senin, 18 Januari 2010

MAHASISWA: ANTARA HIPOKRISI, APATISME & TRANSFORMASI

ketika elit-elit politik telah dijejali oleh pelacur-pelacur materialis-korup,,
yang libido kerakusan mereka telah terangsang oleh uang,,

yang telah menelanjangi kehormatan,,
bercinta dengan kebodohan,,
bercumbu dengan kemunafikan,,

dan bersenggama dengan kedzoliman,,
maka kita di sini,, hari ini,,
mengoarkan pekikan arek-arek jawa timur untuk mengaborsi kejalangan mereka,,
karena kita adalah trombosit keadilan,,
karena kita adalah hormon kebenaran…


Kalimat lantang itu terkoar dari mulut seorang mahasiswa UNAIR yang berdiri di sebuah podium di antara gedung Grahadi dan 700-an massa dalam aksi Aliansi Arek Jawa Timur, 14 Januari 2010 lalu. Massa yang mengusung berbagai panji itu membaur menjadi satu dalam naungan pataka besar berwarna merah-putih. Aksi simpatik tuntut penuntasan skandal Century itu terdiri dari berbagai elemen intra dan ekstra kampus lintas universitas di Surabaya, Malang dan Jombang.

Sebuah realita bahwa bangsa ini sedang mengalami keterpurukan dan terjerembap dalam lubang kenistaan berbagai krisis. Secara temporer, beberapa dari tumpukan masalah itu adalah skandal bank Century dan kriminalisasi KPK, yang berbenang merah kepada hak-hak rakyat dan beresonansi pada masa depan bangsa. Mungkin itulah api yang menyulut reaksi keras mereka hingga merasa wajib untuk turun ke jalan menyuarakan kebenaran. Meski mereka sadar, aksi mereka tidak akan berdampak langsung dan signifikan pada polemik bangsa ini, karena mahasiswa hanyalah puingan kecil bagian dari berbagai entitas pembangun bangsa. Sementara masih banyak organ-organ yang harus mereka bangkitkan, sedangkan tangan mereka juga tidak cukup panjang untuk menjamah hati para elit negeri. Maka mereka mengambil posisi sebagai penggerak dan stimulus. Berpanas-panas ria, berbusana dalam basahan hujan, berteriak dendangkan mimpi-mimpi hingga habiskan keringat dari tubuh, hanya untuk mendesak anasir-anasir elit yang bersangkutan serta menggugah para pengguna jalan dan rakyat yang menjadi saksi yang melihat perjuangan mereka melalui berbagai media. Mereka berdiri tegar dalam sebuah pengharapan agar akumulasi dari desakan-desakan itu bisa membersihkan kotoran-kotoran di telinga para aristokrat dan membangunkan para jelata yang lama tertidur pulas. Semua itu karena secercah harapan mereka yang tak pernah surut sebagaimana panji-panji mereka yang tak luntur diguyur hujan dan warna merah pada sang saka yang mereka kibarkan tidak pudar didera terik mentari.

Mahasiswa adalah sosok yang tidak hanya mewakili sisi kepemudaan –yang mencakup keberanian, ketangkasan dan semangat juang–, tapi juga intelektualitas. Mahasiswa dengan intelektualitasnya tentu memiliki potensi dan kapabilitas sebagai pengemban perubahan, sebagaimana kejayaan Indonesia yang tidak hanya tertoreh oleh merahnya darah para mujahid kemerdekaan, tapi juga hitamnya pena para intelektual. Dari masa ke masa, pemuda memang berperan sebagai turbin penggerak persada Indonesia dan selalu menjadi garda depan dalam setiap perubahan. Mereka adalah infanteri rakyat yang berbelati keberanian, bertameng ketangguhan, bersenapan kesolidan dengan peluru kebenaran. Dahulu, dengan semangat juang merekah, barisan pemuda mampu mengembalikan kesucian tanah air dari noktah penjajahan fisik para kolonialis.

Tapi sekarang bukan saatnya lagi mengenang masa lalu, bukan masanya lagi mendongeng tentang idealitas. Kini saatnya kita bicara tentang realitas era ini

by....bp fsldk sumbagsel
sumber: ukmki nuruzzaman universitas air langga

Jumat, 08 Januari 2010

Simposium Palestina, Telusuri Sejarah hingga Galang Dana

Bertepatan dengan hari intifadhah yang jatuh pada tanggal 8 Desember, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) menggelar Simposium Palestina di Masjid Manarul Ilmi ITS, Sabtu (6/12). Simposium ini tidak hanya sekedar kajian, tetapi juga ajang penggalangan dana yang akan disalurkan untuk rakyat Palestina.

Masjid Manarul ‘Ilmi, ITS Online - Pada simposium kali ini, umat muslim diajak untuk mengetahui,merenungi dan mengambil sikap atas sejarah dan kejadian yang dialami Bangsa Palestina samapai detik ini. Sejarah Palestina yang sangat panjang juga bisa menjadi pertimbangan dalam mengambil sikap agar memperhatikan saudara yang mengalami penindasan selama puluhan tahun.

Palestina (Kota Yerusalem) sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dengan sillih bergantinya kekuasaan dari Romawi (Bizantium), Kerajaan Persia, Bizantium menguasai lagi sampai jatuh ke tangan kaum muslim dibawah kepemimpinan Umar bin Khatab. Dalam pemerintahan Umar, semua penduduk Yerusalem tanpa membedakan keyakinan bisa hidup damai dan penuh ketertiban. ”Palestina dulu adalah kota yang damai dengan keragaman keyakinan yang dipeluk oleh penduduknya,” ujar Dr Arif Basuki SpAn mengawali sejarah Palestina.

Namun Prahara Kemanusian terjadi saat negara Israel mulai mendeklarasikan bahwa tanah Palestina adalah miliknya. Dari sinilah kekerasan mulai terjadi. Cobaan rakyat Palestina pun masih belum usai hingga kini. ”Dahulu kita telah dibantu oleh Palestina saat Mufti (pemimpin, red) mengakui kedaulatan Negara kita di awal kemerdekaan. Saat ini rakyat Palestina sedang menderita, apakah kita hanya bisa berdiam diri?,” tanya Ustadz Ferry yang juga Sekretaris Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA).

Ustadz Ferry juga menceritakan penglaamannya saat terjadi gempa bumi di Garut,Yogyakarta. Berita tentang musibah ini pun sampai di kota Gaza, Palestina dan penduduk Gaza pun turut menyumbangkan hartanya untuk saudaranya di Indonesia. ”Penduduk Gaza yang sudah kesusahan saja masih memikirkan saudaranya di Indonesia, apa kita tidak malu dengan mereka?” tambahnya.

Ajang Penggalangan Dana
Simposium yang mengusung tema Dari Tugu Pahlawan untuk Al Aqsha ini juga melakukan penggalangan dana yang sudah berjalan satu bulan yang lalu. Dengan slogan One Man One Dollar to Save palestine. FSLDK bekerjasama dengan seluruh LDK se-Surabaya dan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menyumbangkan sejumlah uang yang akan disalurkan langsung ke rakyat Palestina.

“Sebagai Pusat Komunikasi Dakwah (Puskomda) Surabaya Raya, Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS menjadi pusat pengumpulan dana untuk Palestina dengan bekerja sama dengan KNRP,” ujar Mafichrul, salah satu panitia acara ini. (hoe/mtb)

created by: kom a fsldk se sumbagsel
sumber: its.ac.id

Be Creative and Be Smart


Kaifa haluk imanukum ukhtifillah ? Insya Allah senantiasa dalam keadaan dzikrullah dan dzikrulmaut ya.

Seringkali terlintas dalam benak dan qalb ini alangkah indahnya bila semua muslimah merasakan sejuknya keimanan. Bila semua muslimah bareng-bareng berjilbab sesuai perintah Kekasih kita. Bila kajian-kajian yang diadakan oleh tim syiar muslimah didatangi oleh banyak muslimah yang datang dari seluruh sudut kampus.

Wah .. wah .. subhanallah. Amin… “Aku dah berusaha tuk bisa jadi qudwah supaya orang-orang tertarik belajar Islam” .. “Aku juga dah berusaha tuk ngadain kegiatan-kegiatan kemuslimahan yang gebyar supaya para muslimah bisa belajar Islam bareng-bareng..tapi ?” Jangan ada kata tapi .. teruslah berusaha dan berinovasi untuk bisa meningkatkan skill diri. Buatlah kegiatan yang penuh kreasi dan sarat ilmu.

“So… kita harus bisa jadi muslimah kreatif dan pintar juga donk? Kenapa?” Biasanya kalo deket-deket sama orang yang penuh ide bawaannya semangat terus. Gimana nggak? kalo butuh sesuatu yang baru dengan cepat, seringkali kita meminta saran si orang kreatif tersebut. Orang-orang yang kreatif biasanya memiliki ide-ide yang agak aneh, yang terkadang tidak terpikir oleh kita. Biasanya pula, kalo deket-deket sama orang yang ilmunya luas, kita pun jadi ikut semangat. Seperti Abu Hurairah yang senantiasa mengikuti Rasulullah SAW kemanapun beliau pergi. Wajar saja, karena Rasulullah adalah orang yang dikaruniai ilmu dunia dan akhirat yang dijaga oleh Allah. Kalau ada hal yang membuat kita bingung, tanya ke orang pintar tersebut, alhamdulillah seringkali dapat pencerahan atau bahkan solusi (tentunya dengan izin Allah). So… supaya kita tetap semangat ngajakin para muslimah untuk bisa merasakan indahnya Islam, penuhi diri kita dengan kapasitas yang selalu membuat kita memiliki ghirah menggebu. Allahu Akbar! Be Creative and Be Smart, ukh

Pada dasarnya, wanita diberi kelebihan tersendiri oleh Allah. Wanitalah yang diberikan amanah untuk mengandung dan melahirkan generasi baru. Tanya deh ke ummi kita gimana repotnya mengandung dan sakitnya melahirkan, tapi itu semua mereka tepis karena mereka memiliki satu poin plus, yaitu kesabaran..Ketika kita lahir, kita diasuh dengan penuh kelembutan. Bahkan hingga saat ini seringkali apapun yang kita minta langsung ummi penuhi, bila ia mampu. Satu poin plus lagi, sensitif dan lembut. Banyak yang bilang kalo ikhwan seringkali pake logika ketika mengambil keputusan, dan akhawat pake perasaan. Ga usah minder dengan hal tersebut. Ini sebagai karunia yang Allah kasih untuk saling melengkapi. Sebenarnya masih banyak banget kelebihan yang kita miliki. Ada baiknya kita segera membeli buku-buku yang bercerita tentang wanita shalihah dan sirah shahabiyah. Ga rugi kan?

Mari kita review beberapa cerita tentang para wanita shalihah nan cerdas dan mengagumkan…

Masih inget kan kisahnya Siti Khadijah? Beliau mendampingi Rasulullah saat beliau mendapatkan wahyu di awal kerasulannya. Ketika awal, Rasulullah seringkali merasa takut dan menggigil saat didatangi Jibril. Bahkan Rasul merasa khawatir dirinya akan dianggap gila karena hal ini. Apa yang dilakukan sang bidadari surga, Siti Khadijah? Beliau senantiasa menyemangati dan mendukung Rasul. Membenarkan apa yang dikatakannya, mengikuti apa yang dilakukannya. Sungguh, keistimewaan ini yang membuat Rasulullah SAW begitu mencintainya. Masih ingat pula Siti Aisyah, muslimah yang sangat cerdas dan tegas. Beliaulah yang memiliki hapalan hadits dan syair Arab paling banyak, sehingga seringkali Rasulullah SAW dan para sahabat meminta sarannya. Atau kisah Ummu Salamah, seorang ummi yang sangat tegar dan sangat pintar. Keikhlasannya sudah teruji saat Allah meminta kembali semua orang-orang terdekatnya, suami dan anak-anaknya. Beliaulah yang memberikan saran kepada Rasulullah untuk mencukur rambut terlebih dahulu ketika selesai Perjanjian Hudaibiyah, agar para sahabat langsung mengikuti Rasulullah. Saat itu, Rasulullah bingung apa yang harus dilakukannya karena para sahabat tampak acuh tak acuh ba’da penyepakatan Perjanjian Hudaibiyah yang dianggap merugikan kaum muslimin. Tapi Ummu Salamah muncul sebagai pendamping yang diharapkan. Maha Suci Allah.

“Tapi itu kan zaman dulu! Emang sekarang ada?” Masalahnya bukan terletak pada zamannya, tapi pada diri kita pribadi. Toh Islam content-nya tetap sama dari dulu hingga sekarang. Sudah cukup banyak ukh, para hafidzoh Qur’an. Para umahat yang masih beraktivitas dengan aktif untuk memberikan ta’lim atau mengisi halaqah-halaqah. Sebenarnya mungkin kita yang belum memiliki cita-cita yang kuat untuk bisa menjadi muslimah-muslimah istimewa itu. “Terus caranya gimana untuk bisa seperti mereka? Creative and smart?

Insya Allah, ini beberapa tips yang bisa kita coba.

  1. Mematri cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dengan memperbanyak shalat malam (QS. Al-Muzammil:20), bertilawah, melaksanakan ibadah-ibadah wajib dan sunnah dengan syarat :
    • Dilakukan secara ikhlas, hanya karena Allah semata. Emang sulit buat ikhlas, tapi untuk Allah tidak ada yang sulit. Mintalah kepada Rabb dalam tiap sujud sahabat agar diberikan keikhlasan yang sempurna
    • Caranya benar, sesuai perintah Allah dan petunjuk Rasulullah SAW
  2. Memenuhi hak jasad, ruhiyah, fikriyah secara seimbang

    “Tau dari mana takarannya seimbang ?” Dikatakan seimbang saat kita mampu melaksanakan semua kegiatan kita tanpa merasa ada satu sisi yang kosong. Banyak juga loh yang kegiatannya banyak tapi ngerasa ilmunya gak nambah-nambah. Atau terlalu fokus pada ruhiyah, tapi sering sakit-sakitan. Biasakan untuk mulai mengagendakan setiap kegiatan pemenuhan hak-hak tersebut setiap pekannya, agar tidak ada yang porsinya berlebih.

  3. Menjadikan membaca sebagai hobi

    Nah…ini yang sulit dilakukan. Ga tua, ga muda, kalau tidak sedang perlu, jarang membiasakan diri untuk membaca. Buku-buku yang dibaca bisa beragam, mulai dari buku kemuslimahan, buku sosial, novel, dan sebagainya. Hal yang perlu dicermati ketika membaca suatu buku atau artikel adalah jangan menelan mentah-mentah apa yang telah dibaca sehingga kita mutlak patuh pada bacaan tersebut dan menafikkan bacaan lain yang mungkin sedikit berbeda dengan bacaan tersebut. Diskusikan setiap poin yang kurang kita pahami. Diskulah dengan para ‘alim dan sahabat terdekat.

  4. Memiliki target TERTULIS

    Penelitian dari suatu angkatan tertentu di universitas ternama di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa dari seluruh mahasiswanya, hanya 70% yang memiliki visi hidup. Dari 70% tersebut hanya 30%-nya saja yang memiliki target tertulis untuk mencapai visi dan mimpinya. Ternyata dari 30% tersebut hanya kurang dari 3% yang memiliki target detail untuk mencapai mimpinya. Setelah beberapa tahun, orang-orang yang dijadikan sampel tersebut disurvei kembali. Ternyata, mayoritas orang yang berhasil adalah orang-orang yang memiliki target tertulis yang detail.

    Lalu bagaimana dengan ayat : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang alin tentang urusan mereka.” (QS A-Ahzab:36).

    Betul ukhtifillah. Memang Allahlah pengatur segala sesuatu. Bila Allah ingin berkehendak, kita tidak bisa menghindar dari kehendaknya tersebut. Tapi, mari kita kaitkan dengan ayat lain : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d:11).

    So … tetap ada ikhtiar kita disana. Kita mau jadi sekreatif dan sepintar apa, harus ada targetannya. OK?

  5. Setiap pekan, mengagendakan waktu khusus untuk mengevaluasi target

    Ketika mengikuti suatu training khusus bagi mahasiswa baru ITB (Strategi Sukses di Kampus), trainer-nya berkata bahwa salah satu hal yang bisa menurunkan semangat kita untuk berkreasi adalah tidak adanya kontrol terhadap mimpi yang ingin kita raih. Alias tidak adanya evaluasi berkala untuk melihat sejauh apa perkembangan kita. Tahap pengevaluasian ini Insya Allah tidak memakan waktu yang lama. Relatif satu hingga dua jam di satu hari khusus.

  6. Penuhi keahlian softskill

    Dari buku Strategi Sukses di Kampus karangan Ibu Ariyanti (alumni ITB’ angkatan 90-an) dikatakan bahwa IPK merupakan urutan ke-17 yang menjamin kesuksesan seseorang dalam hidup dan pekerjaannya. Menurut survey, 16 poin teratas adalah softskill seperti komunikasi, manajemen tim, dan sebagainya.

    Insya Allah kita sudah memiliki kekuatan ruhiyah yang baik, kan ? Bila ditunjang pula dengan interpersonal yang menawan maka akan semakin mempercantik langkah da’wah kita. Bukankah Rasulullah SAW pun memiliki softskill yang sangat baik mulai dari manjadi negosiator, ahli dalam strategi tim, dan masih banyak lagi. Jangan lupa pula ukh skill keakhawatannya. Mulai deh coba-coba ke dapur, cuci baju, dan kegiatan lainnya yang biasa dilakukan oleh para ibu.

    Lakukan semuanya dengan meniatkan diri karena Allah. Dan … yang sering dilupakan : aturan 5 menit! Maksudnya… emang paling susah kalo mulai, Insya Allah bila sudah dilaksanakan akan terasa enjoy dan bernilai ibadah di sisi Allah. Amin.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Mari kita berfastabiqul khoirot. Yakinkan dalam diri bahwa kita bisa menjadi muslimah yang creative dan smart. Wallahu alam bish showab.

created..by kom a fsldk se sumbagsel

sumber..fsldkn